Minggu, 01 Agustus 2010

Uji Kualitas Susu

| Minggu, 01 Agustus 2010 | 4 komentar

Susu I berasal dari UPTD mbarongan
Susu II berasal dari Budi Sutresno (pengecer dan pengumpul dari Sleman)
Susu III berasal dari Suprianto (pengumpul dari kedong kuning Sleman)
 A.    Uji kebersihan
Ø  Kegunaan : untuk mengetahui kebersihan susu dari tempat produksi.
Ø  Prinsip : kotoran yang terdapat dalam susu akan tampak dengan mata telanjang tertinggal di kapas atau kertas penyaring.
Ø  Peralatan :

ü  Tabung Erlenmeyer.
ü  Botol yang tidak berdasar dengan klem khusus.
ü  Corong dengan diameter 15 cm.
ü  Kapas penyaring.
ü  Standar besi dengan ukuran khusus.
Ø  Cara melakukan : tabung Erlenmeyer dipasang dibawah corong, kemudian klem dan kapas penyaring dipasang, melalui corong susu dituangkan pelan-pelan melalui dinding botol. Setelah semua susu tertuang kedalam tabung, kapas penyaring diambil lalu dilihat kebersihannya.
Ø  Hasil uji :
ü  Susu I  kotor
ü  Susu II dan III bersih
B.     Uji alkohol
Ø  Kegunaan : untuk mengetahui dengan cepat derajat keasaman susu.
Ø  Prinsip : bila susu dicampur dengan alkohol yang mempunyai sifat dehydrasi maka protein dikoagulasikan sehingga akan tampak pecahan pada susu tersebut. Semakin tinggi derajat keasaman susu yang diperiksa semakin kurang jumlah alkohol dengan kepekatan tertentu yang diperlukan untuk memecahkan susu dengan jumlah yang sama. Kolostrum dan perubahan fisiologis pada sapi dapat menyebabkan susu pecah pada saat uji alkohol.
Ø  Peralatan :
ü  Pipet
ü  Tabung bejana
Ø  Cara melakukan : ambil susu dengan pipet sebanyak 5 ml, lalu tuangkan kedalam tabung bejana. Ambil juga alcohol dengan pipet sebanyak 5 ml, lalu tuangkan kedalam tabung bejana. Sekarang amati adanya pecahan/pengumpulan susu.
Ø  Hasil uji : susu I, II, dan III  negatif.
C.     Uji berat jenis
Ø  Kegunaan : untuk mengetahui berat jenis susu.
Ø  Prinsip : benda padat yang dicelupkan kedalam suatu cairan akan mendapatkan tekanan keatas sebesar berat cairan yang dipindahkannya.
Ø  Peralatan :
ü  Lactodensimeter
ü  Gelas ukur
Ø  Cara melakukan : susu dituangkan kedalam gelas ukur, kemudian dengan hati-hati lactodensimeter dicelupkan kedalam susu. Tunggu sampai goyangan berhenti, lalu skala yang ditunjukkan dibaca.
Ø  Hasil uji :
ü  Susu I              1,22,5  suhu 300 C
ü  Susu II            1,21     suhu 300 C
ü  Susu III           1,22     suhu 300 C
D.    Uji lemak
Ø  Kegunaan : untuk mengetahui apakah kandungan lemak susu masih ada dalam batas-batas yang diizinkan.
Ø  Prinsip : asam sulfat pekat merombak dan melarutkan kasein dan protein lainnya, lemak menjadi cair oleh panas amyl alkohol. Centrifugasi menyebabkan lemak terkumpul dibagian skala dari butyrometer.
Ø  Peralatan :
ü  Pipet
ü  Pemanas air
ü  Butyrometer
ü  Centrifuge
Ø  Cara melakukan : butyrometer diberi tanda dan dimasukkan 10 ml asam sulfat dengan pipet kedalam masing-masing butyrometer, kemudian isi 11 ml susu menggunakan pipet secara hati-hati supaya kedua cairan tetap terpisah. Isikan 1 ml amyl alkohol dari pipet, lalu sumbat dengan penyumbat karet sedalam mungkin, kemudian dibungkus dengan kain lap dan dikocok dengan sempurna. Rendam dalam pemanas air 650 C selama 5 menit. Kemudian butyrometer dimasukkan kedalam centrifuge, diputar dengan kecepatan 1100-1200 RPM (rotasi per menit). Rendam kembali kedalam pemanas air 650 C selama 5 menit.
Ø  Hasil uji :
ü  Susu I           3,5
ü  Susu II          4,4
ü  Susu III        3,5
E.     Uji keasaman
Ø  Kegunaan : untuk memeriksa derajat keasaman susu secara tetrimetri.
Ø  Definisi : derajat asam adalah jumlah ml Na OH 0,25 N yang diperlukan untuk menetralkan 100 ml susu dengan phenolphthelien sebagai indicator.
Ø  Peralatan :
ü  Pipet
ü  Tabung Erlenmeyer
ü  Buret
Ø  Cara melakukan : masukkan 50 ml susu kedalam masing-masing tabung Erlenmeyer, lalu teteskan phenolphthelien sebanyak 3 tetes. Salah satu dari tabung Erlenmeyer dititrasi dengan larutan Na OH hingga terbentuk warna merah muda yang tetap bila dikocok. Warna susu dalam Erlenmeyer lainnya dipakai sebagai pembanding.
Ø  Hasil uji :
ü  Susu I              7,5
ü  Susu II            5,2
ü  Susu III           4,5
F.      Uji reduktase dengan metilen blue
Ø  Kegunaan : untuk mengetahui adanya bakteri didalam susu dalam waktu cepat.
Ø  Prinsip : dalam susu terdapat enzim reduktase yang dibentuk oleh bakteri yang mereduksi zat warna metilen blue menjadi larutan yang tidak berwarna.
Ø  Peralatan :
ü  Pipet
ü  Tabung reduktase
ü  Incubator
Ø  Cara melakukan : masukkan susu kedalam tabung reduktase sebanyak 20 ml, lalu masukkan juga larutan metilen blue sebanyak 0,5 ml. Tabung disumbat, kemudian diaduk dengan cara membolak-balik sampai warna biru merata. Masukkan tabung kedalam incubator pada suhu 370 C.

4 komentar:

Anonim mengatakan...

thanks

Anonim mengatakan...

sangat membantu saya dalam penyusuna TA, terkait uji kualitas susu.. makasihh infonya

takiya cah ndeso mengatakan...

kalo susu sdah diuju..kmudian kadar lemak dan protein na berlebihan gmna,,jelasin dunk..

hanna shihah mengatakan...

trimakasih sangat membantu :)

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Poskan Komentar

kita dapat berubah asalkan kita mau berubah

 
© Copyright 2010. yourblogname.com . All rights reserved | yourblogname.com is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com - zoomtemplate.com